share with purirahma


Chicken Soup for the Soul, dari Hati buat Hati
Januari 31, 2008, 3:04 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Genta bukanlah genta

Sebelum dibunyikan

Lagu bukanlah lagu

Sebelum dinyanyikan

Cinta di sanubari

Bukan untuk dipendamkan

Cinta bukanlah cinta

Sebelum dipersembahkan!

(Oscar Hammerstein)

-a cup of Chicken Soup for the Soul-

 

Puisi di atas adalah salah satu puisi yang dimuat di chicken soup yang jujur menginspirasi saya. Sebenarnya masih banyak cerita dan puisi-puisi alih bahasa yang bagus dan layak banget untuk dibaca.

 

            Kalau mau jujur sih… saya baru kenal yang namanya buku Chicken Soup for the Soul itu sekitar dua tahun lalu. Waktu itu ada seorang teman yang secara nggak sengaja membawa Chicken Soup for the Soul seri for the pet lovers soul. Setelah saya coba baca, ternyata isi buku itu memang sangat menyentuh. Mungkin karena memang itu pengalaman pribadi si penulis cerita itu sendiri, jadi ada contact yang terjadi antara cerita dengan si pembaca.

 

            Habis membaca buku itu, saya jadi ketagihan membaca berbagai seri Chicken Soup for the Soul. Yang baru-baru ini saya tamatkan yaitu chicken soup for the preteen soul2. Sebagai seorang remaja, jelas saya kagum sama kedewasaan anak-anak Amrik sana yang memang bener-bener punya pikiran matang buat melakukan suatu hal besar. Misalnya saja saya kutip sebuah kisah yang ditulis seorang anak bernama Brooke Harrison yang berjudul Cookin’ in Brooke’s Kitchen.

 

            Pada usia 6 tahun Brooke mengetahui bahwa sepupunya, Juliana, sakit kanker.  Tepatnya Leukimia ALL. Dia berusaha menolong sepupunya itu, tapi bayangkan saja… apa yang bisa dilakukan seorang anak 6 tahun?? Sampai pada akhirnya dia dan keluarganya mencoba membuat sebuah buku masakan yang diberi nama Cookin’ in Brooke’s Kitchen. Brooke, si bocah 6 tahun itu jadi illustrator buku itu. Singkatnya, buku itu laris di pasaran, bahkan suadah sampai cetakan ke-4!! Niat Brooke yang hanya ingin membantu sepupunya saja ternyata dapat berguna lebih. Hasil penjualan buku perdananya itu dapat membiayai dua penelitian yang dilakukan oleh Leukimia Research Fund di Kanada.

 

            Sejujurnya, pada saat membaca satu kisah itu saya merasa malu. Bocah enam tahun dapat menyelamatkan nyawa banyak penderita kanker?? Sedangkan saya sendiri, enam tahun saya bisa apa?? bahkan saya sendiri tidak ingat apa yang saya lakukan pada usia itu. Pada kenyataannya itu lah bedanya Amrik sama Indonesia. Orang-orang sana sudah bisa logis sejak masih kecil karena memang sudah dididik menjadi manusia dewasa sedini mungkin.

 

            Sebenarnya masih banyak cerita yang benar-benar bisa membuat kita sadar, seperti apa harusnya kita? Saya bukan promosi,, tapi jujur…Chicken Soup for the Soul itu buku yang ditulis dari hati buat hati para pembacanya.



weLcoMe 2 my bLog…..>.<
Januari 29, 2008, 9:14 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

this is my first post…..

aku cuMa mau bilang seLamat daTang di bLog perTamaku…



Hello world!
Januari 17, 2008, 6:53 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!